Selasa, 14 Februari 2012

[Media_Nusantara] PETISI Selamatkan Riung – Ngada NTT dari Ancaman tambang Bijih Besi

PETISI
Selamatkan Riung – Ngada NTT dari Ancaman tambang Bijih Besi

Pesisir dan kawasan hutan desa Wangka, Ria dan Lengkosambi Kecamatan
Riung Kebupaten Ngada NTT terancam tambang bijih besi. Melalui Izin
Usaha Pertambangan (IUP) yang dikeluarkan Bupati bernomer
82/KEP/DESDM/2010 untuk PT Laki Tangguh mendapatkan konsesi tambang
bijih besi seluas 28.921 ha di kawasan Mbopok kecamatan Riung.
Perusahaan kini mengajukan AMDAL dan meminta tanggapan masyarakat
hingga 16 Fabruari 2012.Bulan lalu, 16 Januari 2012, perusahaan
mengumumkan rencana penyusunan dokumen Amdal rencana kegiatan
pertambangan bijih besi. Pengumumuman ini menyesatkan dan penuh
kebohongan. Mereka menyatakan perusahaan tambang akan meningkatkan
kesempatan kerja, pendapatan masyarakat dan pertumbuhan ekonomi.
Semantara dampak negatifnya hanya disebutkan konflik pemanfaatan lahan
dan masalah sosial budaya masyarakat.


Padahal eksploitasi tambang itu kelak akan membongkar kawasan Hutan
Lindung dan Cagar Alam Wolotado, juga satu-satunya mata air warga,
yaitu mata air Soer. Lebih dari 900 jiwa bergantung pada sumber air
tersebut, juga lahan-lahan pertanian warga yang ditanami Jagung, Jambu
Mete, Kemiri dan lainnya.

Sejak tahun lalu, warga Riung sudah menolak segala bentuk tambang yang
akan masuk ke kawasan mereka. Pada 11 Januari 2011 bertempat di desa
Latung, mereka mengadakan upacara adat tolak tambang. Upacara ini
juga didukung juga oleh warga desa Wangka, Ria, Lengkosambi. Mereka
menyerukan Riung bukan untuk tambang, Tolak Tambang Harga Mati.

Tambang bijih besi akan mengancam keselamatan warga yang sebagian
bermata pencaharian petani dan nelayan. Pembongkaran kawasan tangkapan
air dan sumber-sumber air akan mengancam persediaan air minum warga,
berpotensi longsor dan keringnya lahan-lahan pertanian. Limbah tambang
dan debu akibat pembongkaran dan transportasi berpotensi mengganggu
kesehatan warga. Pesisir juga akan tercemar dan menggangu penghidupan
nelayan di sana.

Sebenarnya, Riung tak hanya terancam tambang. Kawasan Riung secara
sepihak ditetapkan menjadi kawasan lindung sejak 1983, diubah dan
diperbaharui pada 1999. Petani dibatasi mengelola lahan karena
sebagian besar berstatus hutan lindung, sementara hutan-hutan adat
mereka diklaim sebagai hutan negara. Mereka bagai tamu di kampung
sendiri. Sementara perusahaan tambang justru mendapat kemudahan ijin
menguasai ribuan ha lahan.

Kami mendukung sikap masyarakat dan upaya penyelamatan kawasan Riung
bebas dari pertambangan dan model pembangunan yang merusak lainnya.
Flores, pulau kecil dengan luas hutan dan sumber-sumber air terbatas
harusnya dilindungi, dijauhkan dari pertambangan yang merusak kawasan
serapan, tangkapan hujan dan sumber air

Kami menolak kehadiran pertambangan di Riung dan mendukung upaya warga
Riung mengembangkan ekonomi berbasi pertanian berkelanjutan dan wisata
ekologi

Kami berjanji akan terus memperjuangkan dan melawan rencana jahat
pemerintah dan perusahaan tambang yang mengancam keselamatan bersama
dan keberlanjutan saudara-saudara kami di Riung, serta Flores pada
umumnya.

anda bisa mengirimkan melalui
http://indo.jatam.org/saung-pers/petisi/92-petisi-selamatkan-riung.html

atau tuliskan dibawah ini :

PETISI : Selamatkan Riung – Ngada NTT dari Ancaman tambang Bijih Besi

Kami mendukung sikap masyarakat dan upaya penyelamatan kawasan Riung
bebas dari pertambangan dan model pembangunan yang merusak lainnya.
Flores, pulau kecil dengan luas hutan dan sumber-sumber air terbatas
harusnya dilindungi, dijauhkan dari pertambangan yang merusak kawasan
serapan, tangkapan hujan dan sumber air
* Wajib

Nama* :
Isi Nama Lengkap Anda :
Lembaga * :
Kota * :


--
Priyo Pamungkas Kustiadi
08561903417

Media Communication and Outreach
Jaringan Advokasi Tambang


------------------------------------

Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/Media_Nusantara/

<*> Your email settings:
Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
http://groups.yahoo.com/group/Media_Nusantara/join
(Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
Media_Nusantara-digest@yahoogroups.com
Media_Nusantara-fullfeatured@yahoogroups.com

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
Media_Nusantara-unsubscribe@yahoogroups.com

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar